Pengurugan Lahan Kosong Milik Pejabat Pemprov Banten Diduga Gunakan Fasilitas Pemerintah

    Pengurugan Lahan Kosong Milik Pejabat Pemprov Banten Diduga Gunakan Fasilitas Pemerintah
    Exapator milik Pemerintah Provinsi Banten

    KOTA SERANG, – Proyek pengurugan lahan kosong yang diketahui milik salah satu pejabat Pemerintah Provinsi Banten tengah menjadi sorotan. Aktivitas pengurugan yang dilakukan di wilayah Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, ini menggunakan alat berat serta tenaga kerja dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten, melalui UPTD Seragon.

    Kegiatan tersebut memunculkan pertanyaan publik terkait penggunaan sumber daya dan fasilitas milik pemerintah untuk kepentingan pribadi. Hingga saat ini, alasan di balik keterlibatan UPTD Seragon dalam proyek pengurugan lahan kosong milik pejabat tersebut masih belum jelas.

    “Kenapa UPTD PUPR Seragon mengelola pengurugan lahan kosong milik pribadi? Apakah ini bagian dari tugas dinas atau justru ada kepentingan lain?” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

    Upaya untuk mengonfirmasi hal ini kepada Kepala UPTD PUPR Seragon belum membuahkan hasil. Saat dihubungi melalui WhatsApp pada Jumat, 24 Januari 2025, nomor telepon yang bersangkutan tidak aktif.

    Kegiatan pengurugan lahan ini pun menimbulkan dugaan adanya penyalahgunaan wewenang dan fasilitas negara. Menurut aturan yang berlaku, fasilitas pemerintah, termasuk alat berat dan tenaga kerja dinas, hanya boleh digunakan untuk kepentingan publik, seperti pembangunan infrastruktur yang telah direncanakan dan dianggarkan.

    Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Dinas PUPR Provinsi Banten maupun pejabat yang diduga pemilik lahan tersebut. Kasus ini diharapkan dapat menjadi perhatian pemerintah daerah dan pihak terkait untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam penggunaan fasilitas pemerintah.

    Masyarakat pun meminta agar inspektorat maupun aparat penegak hukum turun tangan untuk menyelidiki lebih jauh dugaan penyalahgunaan ini. Kasus seperti ini, jika terbukti, dapat mencederai kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah. (Az/Red)

    Red.

    Red.

    Artikel Sebelumnya

    Koramil 0602-21/Kopo Sosialisasikan Rekrutmen...

    Artikel Berikutnya

    Nikmati Liburan Akhir Pekan dengan Hiburan...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Hendri Kampai: Jangan Mengaku Jurnalis Jika Tata Bahasa Anda Masih Berantakan
    Malam Isra’j mirad 2025 FKBSS Touring goes to Kampung 165 Padarincang Banten
    Pelantikan Pengurus DPD APMIKIMMDO Provinsi Banten untuk Kemandirian UMKM yang Lebih Baik
    Babinsa Koramil 0602-13/Padarincang Melaksanakan Pembinaan Mental Dan Fisik Siswa Dan Siswa SMK IC Padarincang
    DPC GMNI Serang Gelar Kaderisasi Tingkat Dasar, Tekankan Pemahaman Marhaenisme

    Ikuti Kami